Sejarah Sepak Bola

Sejarah sepak bola secara resmi diidentifikasi oleh FIFA berasal dari negeri tirai bambu / china pada masa dinasi Han, yaitu sekitar abad ke-2 atau ke-3 sebelum masehi. Permainan sepak bola pada zaman tersebut berbeda jauh dengan sepak bola saat ini. Permainan yang disebut tsu chu tersebut merupakan permaianan menggiring bola kulit dan memasukkannya kedalam jaring kecil. Kegiatan ini dilakukan rutin sebagai bentuk pelatihan fisik para tentara dan sebagai hiburan pada acara ulang tahun sang kaisar.

Selain tenar di China, Sepak bola juga menjadi bagian dari warga Jepang yang menyebut permainan menggiring bola dari kulit kijang dengan sebutan “kemari”. Permainan semacam inipun juga ditemukan dinegara-negara seperti Mesir Kuno, Romawi, Inggris, Meksiko hingga ke Amerika Tengah yang mulai membuat bola dari karet. Sejarah penting terjadi di Inggris, Raja Edward II sempat melarang olahraga ini karena banyaknya tindakan kekerasan dan mengarah pada aksi brutal tanpa aturan yang jelas, hingga pada tahun 1369 Raja Edward III mencabut larangan tersebut dan mengizikan permainan sepk bola namun lambat laun permainan ini kembali dilarang oleh Ratu Elizabeth I pada tahun 1572. Tidak tanggung-tanggung, sang ratu bahkan memberi sanksi berupa penjara bagi rakyatnya yang nekat bermain sepak bola. Pada akhirnya tahun 1680 Raja Charles II mencabut larangan tersebut dan memberikan perlindungan bagi siapapun yang ingin bermain sepak bola di tanah Inggris.

sejarah sepak bola

Sejarah Sepak Bola Dunia

Perkembangan sepak bola dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun, sepak bola modern sudah mulai dimainkan di area kampus ternama seperti Havard, Cambrigde, Amherst, dll pada tahun 1820. Peraturan sepak bola sendiri mulai di diskusikan pertama kali pada tahun 1848 di Universitas Cambridge. Tercatat beberapa peristiwa penting sebelum terbentuknya badan yang menanungi sepak bola dunia, diantaranya :
Tahun 1863 : Asosiasi sepak bola Inggris (FA) dibentuk
Tahun 1885 : Adanya pertandingan di luar Inggris yaitu Kanada vs Amerika
Tahun 1886 : Diadakan rapat pertama untuk membahas pembentukan asosiasi sepak bola dunia
Tahun 1888 : Mulai ada wasit yang memegang penuh kendali suatu pertandingan
Tahun 1888 : Tendangan pinalti mulai berlaku
Tahun 1904 : FIFA dibentuk dengan anggota Prancis, Belgia, Belanda, Spanyol, Swiss dan Swedia

FIFA ( Fédération Internationale de Football Association) akhirnya lahir pada tahun 1904 untuk memajukan sepak bola di dunia. FIFA memiliki slogan “for the Game, for the World”, yang pada intinya permainan ini akan menjadi pemersatu antar bangsa setelah terjadi perang dunia. Markas FIFA berada di Zurich, Swiss tempat dimana teman-teman menyaksikan kegiatan yang dilakukan oleh FIFA seperti pengundian Liga Champion, penobatan pemain terbaik, dll. Tugas yang diemban oleh FIFA diantaranya mempromosikan sepak bola, mengatur transfer pemain antar tim, memberikan gelar pemain terbaik dunia, dan menerbitkan daftar Peringkat Dunia FIFA setiap bulannya.

Sejarah sepak bola dunia berlanjut ketika pada tahun 1908 sepak bola mulai menjadi olahraga dalam Olimpiade dan mengadakan Kejuaraan Dunia pertama / piala dunia di Uruguay pada tahun 1930. Ada hal unik diluar teknis permainan sepak bola yang perlu dicatat, yaitu keberhasilan BBC menjadi televisi pertama yang menanyangkan sepak bola pada tahun 1938 dan adanya fitur replay gol/ siaran ulang ketika terjadi gol pada tahun 1966. Ini merupakan bagian dari keberhasilan sepak bola sebagai hiburan rakyat yang akhirnya menjadi sebuah olahraga paling digemari di dunia. FIFA sendiri saat ini menaungi beberapa badan asosiasi regional yang terdiri dari beberapa negara, berikut ini daftarnya :

UEFA (Union of European Football Associations) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negera-negara eropa
CONCACAF (The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia
CONMEBOL (Confederación Sudamericana de Fútbol) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara-negara Amerika Selatan
AFC (The Asian Football Confederation) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara-negara Asia
CAF (Confederation of African Football) : merupkan asosiasi sepak bola untuk negara Afrika
OFC (Oceania Football Confederation) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara oceania
asosiasi sepak bola regional

Sejarah Sepak Bola Indonesia

Setelah membahas mengenai sejarah sepak bola dunia, tidak lengkap rasanya jika tidak membahas sejarah sepak bola Indonesia, anda tau bagaimana sepak bola masuk ke Indonesia?
Masuknya sepak bola di Indonesia tidak lepas dari bangsa lain yang melakukan perdagangan maupun penjajahan di Indonesia. Cina datang ke nusantara pada saat itu mengenalkan permainan sepak bola untuk membuktikan bahwa negeri tirai bambu tersebut tidak kalah superior dibandingkan negara-negara eropa seperti Belanda. Selain berkeinginan untuk berdagang, Cina mempunyai andil yang cukup besar untuk sejarah sepak bola Indonesia. Tercatat pada tahun 1915 banyak terbentuk perkumpulan / klub sepak bola yang didirikan warga Tionghoa, bahkan pada tahun 1920 Tionghoa Surabaya dan UMS Jakarta menjadi raja persepakbolaan Hinda Belanda(Nama Indonesia jaman dulu)yang pernah masuk ke piala dunia tahun 1938. Keren ternyata Indonesia yang dulu pernah ikut piala dunia, semoga di jaman modern prestasi itu dapat diraih kembali.

Balik kesejarah, dari beberapa peristiwa penting diatas, kita juga perlu mencatat peristiwa berdirinya badan yang menaungi sepak bola se-Indonesia, apalagi kalau bukan PSSI. PSSI atau Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia didirikan di Yogyakarta pada tanggal 19 April 1930 (berdiri sebelum keikutsertaannya di piala dunia 1938 di Perancis). Sebagai Informasi saja Tim yang dikirimkan ke Perancis merupakan tim NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) yaitu badan kerjasama antara PSSI dan NIVB yang telah diakui oleh FIFA, kejadian ini sempat menimbulkan ketegangan antara PSSI dan NIVU karena Soeratin Sosrosoegondo sebenarnya menginginkan pertandingan antara PSSI dengan NIVU terlebih dahulu sebelum memutuskan siapa yang berangkat ke piala dunia. Coba dulu yang maju PSSI, mungkin nama yang tercatat bukan Hinda Belanda, melainkan Indonesia !.

Sosok penting dibalik berdirinya PSSI adalah Soeratin Sosrosoegondo, anak pribumi yang telah mengenyam pendidikan di Sekolah Teknik Tinggi Heckelenburg, Jerman. Beliaulah yang berkeinginan mewujudkan Sumpah Pemuda sebagaimana terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928, menurut beliau sepak bola merupakan cara yang tepat untuk menyemangati rasa nasionalisme pemuda terhadap penjajahan Belanda. Soeratin Sosrosoegondo juga yang memutuskan hubungan dengan NIVU secara sepihak pada kongres PSSI 1938 di Solo, ini sebenarnya buah kekesalan beliau karena setiap keikutsertaan pertandingan sepak bola kita selalu menggunakan bendera NIVU (Belanda). Sepak bola Indonesia sepat vakum beberapa tahun karena kedatangan Jepang yang berhasil mengusir Belanda dari tanah Indonesia. Jepang memaksa PSSI masuk menjadi bagian dari Tai Iku Kai ( Badan olahraganya Jepang).

Sejarah sepak bola baik dunia maupun Indonesia merupakan sejarah panjang dari sebuah permainan bola sepak yang melegenda hingga saat inipun merupakan olahraga yang banyak digemari di segala usia. Permainan inipun melahirkan peraturan-peraturan yang digunakan untuk melindungi para pemainnya dari cedera. Indonesia pun juga harus berbenah mulai dari sekarang, prestasi jaman dahulu merupakan semangat pejuang yang perlu di contoh, semoga setelah membaca artikel ini teman-teman yang memiliki passion dalam bidang olahraga dapat meningkatkan rasa pejuang dan nasionalisme bangsa. Latihan teknik-teknik sepak bola supaya ditingkatkan lagi, tidak perlu ragu mempelajari teknik dasar sepak bola, karena memang itu cikal bakal permainan sepak bola.Sejarah sepak bola secara resmi diidentifikasi oleh FIFA berasal dari negeri tirai bambu / china pada masa dinasi Han, yaitu sekitar abad ke-2 atau ke-3 sebelum masehi. Permainan sepak bola pada zaman tersebut berbeda jauh dengan sepak bola saat ini. Permainan yang disebut tsu chu tersebut merupakan permaianan menggiring bola kulit dan memasukkannya kedalam jaring kecil. Kegiatan ini dilakukan rutin sebagai bentuk pelatihan fisik para tentara dan sebagai hiburan pada acara ulang tahun sang kaisar.

Selain tenar di China, Sepak bola juga menjadi bagian dari warga Jepang yang menyebut permainan menggiring bola dari kulit kijang dengan sebutan “kemari”. Permainan semacam inipun juga ditemukan dinegara-negara seperti Mesir Kuno, Romawi, Inggris, Meksiko hingga ke Amerika Tengah yang mulai membuat bola dari karet. Sejarah penting terjadi di Inggris, Raja Edward II sempat melarang olahraga ini karena banyaknya tindakan kekerasan dan mengarah pada aksi brutal tanpa aturan yang jelas, hingga pada tahun 1369 Raja Edward III mencabut larangan tersebut dan mengizikan permainan sepk bola namun lambat laun permainan ini kembali dilarang oleh Ratu Elizabeth I pada tahun 1572. Tidak tanggung-tanggung, sang ratu bahkan memberi sanksi berupa penjara bagi rakyatnya yang nekat bermain sepak bola. Pada akhirnya tahun 1680 Raja Charles II mencabut larangan tersebut dan memberikan perlindungan bagi siapapun yang ingin bermain sepak bola di tanah Inggris.

sejarah sepak bola

Sejarah Sepak Bola Dunia

Perkembangan sepak bola dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun, sepak bola modern sudah mulai dimainkan di area kampus ternama seperti Havard, Cambrigde, Amherst, dll pada tahun 1820. Peraturan sepak bola sendiri mulai di diskusikan pertama kali pada tahun 1848 di Universitas Cambridge. Tercatat beberapa peristiwa penting sebelum terbentuknya badan yang menanungi sepak bola dunia, diantaranya :
Tahun 1863 : Asosiasi sepak bola Inggris (FA) dibentuk
Tahun 1885 : Adanya pertandingan di luar Inggris yaitu Kanada vs Amerika
Tahun 1886 : Diadakan rapat pertama untuk membahas pembentukan asosiasi sepak bola dunia
Tahun 1888 : Mulai ada wasit yang memegang penuh kendali suatu pertandingan
Tahun 1888 : Tendangan pinalti mulai berlaku
Tahun 1904 : FIFA dibentuk dengan anggota Prancis, Belgia, Belanda, Spanyol, Swiss dan Swedia

FIFA ( Fédération Internationale de Football Association) akhirnya lahir pada tahun 1904 untuk memajukan sepak bola di dunia. FIFA memiliki slogan “for the Game, for the World”, yang pada intinya permainan ini akan menjadi pemersatu antar bangsa setelah terjadi perang dunia. Markas FIFA berada di Zurich, Swiss tempat dimana teman-teman menyaksikan kegiatan yang dilakukan oleh FIFA seperti pengundian Liga Champion, penobatan pemain terbaik, dll. Tugas yang diemban oleh FIFA diantaranya mempromosikan sepak bola, mengatur transfer pemain antar tim, memberikan gelar pemain terbaik dunia, dan menerbitkan daftar Peringkat Dunia FIFA setiap bulannya.

Sejarah sepak bola dunia berlanjut ketika pada tahun 1908 sepak bola mulai menjadi olahraga dalam Olimpiade dan mengadakan Kejuaraan Dunia pertama / piala dunia di Uruguay pada tahun 1930. Ada hal unik diluar teknis permainan sepak bola yang perlu dicatat, yaitu keberhasilan BBC menjadi televisi pertama yang menanyangkan sepak bola pada tahun 1938 dan adanya fitur replay gol/ siaran ulang ketika terjadi gol pada tahun 1966. Ini merupakan bagian dari keberhasilan sepak bola sebagai hiburan rakyat yang akhirnya menjadi sebuah olahraga paling digemari di dunia. FIFA sendiri saat ini menaungi beberapa badan asosiasi regional yang terdiri dari beberapa negara, berikut ini daftarnya :

UEFA (Union of European Football Associations) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negera-negara eropa
CONCACAF (The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia
CONMEBOL (Confederación Sudamericana de Fútbol) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara-negara Amerika Selatan
AFC (The Asian Football Confederation) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara-negara Asia
CAF (Confederation of African Football) : merupkan asosiasi sepak bola untuk negara Afrika
OFC (Oceania Football Confederation) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara oceania
asosiasi sepak bola regional

Sejarah Sepak Bola Indonesia

Setelah membahas mengenai sejarah sepak bola dunia, tidak lengkap rasanya jika tidak membahas sejarah sepak bola Indonesia, anda tau bagaimana sepak bola masuk ke Indonesia?
Masuknya sepak bola di Indonesia tidak lepas dari bangsa lain yang melakukan perdagangan maupun penjajahan di Indonesia. Cina datang ke nusantara pada saat itu mengenalkan permainan sepak bola untuk membuktikan bahwa negeri tirai bambu tersebut tidak kalah superior dibandingkan negara-negara eropa seperti Belanda. Selain berkeinginan untuk berdagang, Cina mempunyai andil yang cukup besar untuk sejarah sepak bola Indonesia. Tercatat pada tahun 1915 banyak terbentuk perkumpulan / klub sepak bola yang didirikan warga Tionghoa, bahkan pada tahun 1920 Tionghoa Surabaya dan UMS Jakarta menjadi raja persepakbolaan Hinda Belanda(Nama Indonesia jaman dulu)yang pernah masuk ke piala dunia tahun 1938. Keren ternyata Indonesia yang dulu pernah ikut piala dunia, semoga di jaman modern prestasi itu dapat diraih kembali.

Balik kesejarah, dari beberapa peristiwa penting diatas, kita juga perlu mencatat peristiwa berdirinya badan yang menaungi sepak bola se-Indonesia, apalagi kalau bukan PSSI. PSSI atau Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia didirikan di Yogyakarta pada tanggal 19 April 1930 (berdiri sebelum keikutsertaannya di piala dunia 1938 di Perancis). Sebagai Informasi saja Tim yang dikirimkan ke Perancis merupakan tim NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) yaitu badan kerjasama antara PSSI dan NIVB yang telah diakui oleh FIFA, kejadian ini sempat menimbulkan ketegangan antara PSSI dan NIVU karena Soeratin Sosrosoegondo sebenarnya menginginkan pertandingan antara PSSI dengan NIVU terlebih dahulu sebelum memutuskan siapa yang berangkat ke piala dunia. Coba dulu yang maju PSSI, mungkin nama yang tercatat bukan Hinda Belanda, melainkan Indonesia !.

Sosok penting dibalik berdirinya PSSI adalah Soeratin Sosrosoegondo, anak pribumi yang telah mengenyam pendidikan di Sekolah Teknik Tinggi Heckelenburg, Jerman. Beliaulah yang berkeinginan mewujudkan Sumpah Pemuda sebagaimana terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928, menurut beliau sepak bola merupakan cara yang tepat untuk menyemangati rasa nasionalisme pemuda terhadap penjajahan Belanda. Soeratin Sosrosoegondo juga yang memutuskan hubungan dengan NIVU secara sepihak pada kongres PSSI 1938 di Solo, ini sebenarnya buah kekesalan beliau karena setiap keikutsertaan pertandingan sepak bola kita selalu menggunakan bendera NIVU (Belanda). Sepak bola Indonesia sepat vakum beberapa tahun karena kedatangan Jepang yang berhasil mengusir Belanda dari tanah Indonesia. Jepang memaksa PSSI masuk menjadi bagian dari Tai Iku Kai ( Badan olahraganya Jepang).

Sejarah sepak bola baik dunia maupun Indonesia merupakan sejarah panjang dari sebuah permainan bola sepak yang melegenda hingga saat inipun merupakan olahraga yang banyak digemari di segala usia. Permainan inipun melahirkan peraturan-peraturan yang digunakan untuk melindungi para pemainnya dari cedera. Indonesia pun juga harus berbenah mulai dari sekarang, prestasi jaman dahulu merupakan semangat pejuang yang perlu di contoh, semoga setelah membaca artikel ini teman-teman yang memiliki passion dalam bidang olahraga dapat meningkatkan rasa pejuang dan nasionalisme bangsa. Latihan teknik-teknik sepak bola supaya ditingkatkan lagi, tidak perlu ragu mempelajari teknik dasar sepak bola, karena memang itu cikal bakal permainan sepak bola.sejarah bola

Paris, Jihad dan Jebakan Barat

  • Barat telah mengambil keuntungan opini dunia dengan kasus Paris dan kelahiran ISIS/IS untuk mendiskreditkan Islam dan jihad

    Paris, Jihad dan Jebakan Barat

    French soldiers patrol after a shooting outside the Bataclan theater in Paris, Friday Nov. 13, 2015. Well over 100 people were killed in a series of shooting and explosions explosions. French President Francois Hollande declared a state of emergency and announced that he was closing the country’s borders. (AP Photo/Jerome Delay)

    Terkait

    Oleh: Abu Ummah Al Makassari

    TANGGAL 13 November 2015, serangkaian serangan penembakan massal, dan penyanderaan—terjadi di Paris, Prancis dan Saint-Denis. Peristiwa itu sedikitnya menyebabkan 129 orang tewas, 89 di antaranya di teater Bataclan. Namun penulis tidak sedang menghakimi siapa dalang sesungguhnya siapa serangan Paris (paris attack).

    Bukan juga mengurai dengan pendekatan teori konspirasi maupun investigasi data primer di balik peristiwa yang menggemparkan dunia dan sebagai hari berkabung massal ini.

    Penulis lebih fokus melihat peta respon opini kaum Muslimin di Indonesia sendiri.

    Ketika Barat di bawah komando AS menyebut pelakunya ISIS/IS dengan bukti munculnya statement yang diklaim dari pihak ISIS/IS, maka banyak kaum Muslimin ikut terbawa permainan Barat.

    Setidaknya ada tiga hal penting yang terjadi pasca serangan Paris.

    Pertama, Paris Attack sudah diklaim pelakunya ISIS/IS yang oleh intelijen Barat sebagai bagian dari desain proyek “War On Terrorism”.

    Jika WTC 9/11 menggunakan sasaran tuduhan Al-Qaidah maka Paris Attack adalah ISIS/IS

    Kedua, banyak dari kalangan kelompok Islam mengikuti mindset yang dikembangkan Barat dengan fokus lebih dalam mengurai-menjelaskan pandangan terhadap keberadaan dan sepak terjang ISIS/IS dengan beragam kesesatannya.

    Ketiga, banyak yang mengutuk peristiwa tersebut namun di sisi lain tidak proporsionalnya opini media dunia yang menutup mata berbagai penindasan dalam terorisme yang dilakukan Negara (state terrorism) terhadap kaum muslimin di berbagai negara dunia Islam. Di Iraq, di Afghanistan juga di Palestina dan Gaza.

    Branding Kekerasan

    Dari ketiga penjelasan tersebut bisa ditarik beberapa hal sebagai berikut:

    Pertama, alasan Barat membranding ISIS/IS menjadi sasaran anatara untuk mendeskripsikan entitas pejuang Islam, ajaran jihad dan khilafah sebagai sebuah bentuk dan gambaran yang mengerikan.

    Terlepas adanya sikal ghuluw (berlebih-lebihan) kelompok Islam di medan jihad atau pertempuran, memang pada dasarnya suasana medan perang dan medan jihad berbeda karakternya dengan pergolakan pemikiran dan politik yang normal.

    Di medan perang, senjata adalah alat komunikasi utama yang menghubungkan antara kelompok yang satu dengan yang lain.

    Kedua, melalui peristiwa Paris Attack, Barat menggunakan isu ISIS/IS, sebagai pintu masuk mendiskreditkan ajaran Islam. Termasuk syariah, jihad dan khilafah beserta entitas pejuang yang mengusungnya.

    Parahnya dengan menggunakan pendekatan adu domba melalui invisible hand (tangan-tangan tersembunyi). Pola ini sama dengan yang dilakukan pada peristiwa WTC 9/11, di mana Barat mem-branding Al-Qaidah dan Usamah bin Ladin sebagai kelompok yang radikal dan kelompok fundamentalis.

    Barat menjadikan kasus Paris dan ISIS/IS untuk menunjukkan pesan pada dunia juga pada kaum Muslimin sendiri, bahwa jihad dan ide khilafah ada hal yang sangat mengerikan dan kejam. Sebuah konspirasi jahat untuk menciptakan pembunuhan karakter terhadap kaum Muslimin berikut ajarannya.

    Ketiga, larut dalam pembahasan panjang tentang keberadaan sepak terjang ISIS/IS dengan segala manuver-manuvernya sama halnya dengan melanggengkan dan mengokohkan upaya Barat menggunakan pendekatan adu domba untuk mendiskreditkan Islam dan kelompok pejuang.

    Apalagi akhirnya diketahui dengan pendekatan investigasi data primer otak pelaku di balikParis Attack ternyata bukan ISIS/IS.

    Jika demikian yang terjadi, maka Barat telah mengambil keuntungan opini dunia untuk mendiskreditkan Islam dan para pejuang di medan jihad.

    Akhirnya perlu kreatifitas untuk mengurai dan merajut realitas politis dan opini media dunia agar tidak terjebak pada skenario perang opini dan jebakan politik yang dikembangkan Barat.Wallahu a’lam bis showab.*

carvajal bari solusi

Dani Carvajal mengakui Real Madrid lengah yang membuat tiga gol yang berhasil digelontorkan Shakhtar Donetsk hanya dalam waktu 11 menit di Liga Champions, Kamis (26/11) dini hari WIB.

Los Merengues unggul empat gol dalam duel di Santiago Bernabeu, tapi di luar dugaan gawang Kiko Casilla tiga kali kebobolan dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Meski Madrid tetap melaju ke fase gugur sebagai status juara Grup A, kondisi semalam jelas menjadi perhatian tersendiri, apalagi mereka juga baru kalah 4-0 dari Barcelona di La Liga akhir pekan lalu.

“Mungkin kami berpikir laga sudah usai dan kami santai. Mereka ingin mencetak gol dan mengejutkan kami, tapi kami meraih kemenangan. Kami pemuncak grup dan memikirkan Eibar,” kata pemain yang berposisi sebagai bek kanan.

“Kami adalah tim, kami ingin menyerang dan bertahan bersama dan kami melakukan itu hampir sepanjang pertandingan, kecuali di akhir.

“Tentu kami terganggu dengan El Clasico. Ini bukan soal sikap, kami pergi untuk menang. Ini November dan banyak laga Liga tersisa.”

cinta sahabat

Pertemanan Dalam Islam

Secara umum, orang merasa senang dengan banyak teman. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, sehingga disebut sebagai makhluk sosial. Tetapi itu bukan berarti, seseorang boleh semaunya bergaul dengan sembarang orang menurut selera nafsunya. Sebab, teman adalah personifikasi diri. Manusia selalu memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan, pandangan, pemikiran. Karena itu, Islam memberi batasan-batasan yang jelas dalam soal pertemanan.

Memilih Teman Yang Baik

Teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda,

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Makna hadits di atas adalah seseorang akan berbicara dan ber-perilaku seperti kebiasaan kawannya. Karena itu beliau Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan agar kita cermat dalam memilih teman. Kita harus kenali kualitas beragama dan akhlak kawan kita. Bila ia seorang yang shalih, ia boleh kita temani. Sebaliknya, bila ia seorang yang buruk akhlaknya dan suka melanggar ajaran agama, kita harus menjauhinya.

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makan-anmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Ahmad dihasankan oleh al-Albani)

Termasuk dalam larangan di atas adalah berteman dengan pelaku dosa-dosa besar dan ahli maksiat, lebih-lebih berteman dengan orang-orang kafir dan munafik.

Khathabi berkata, “Yang dimaksud dengan jangan memakan makananmu, kecuali orang yang bertakwa adalah dengan cara mengundang mereka dalam suatu jamuan makan. Sebab jamuan makan bisa melahirkan rasa kasih sayang dan cinta di antara yang hadir”. Adapun makanan yang memang dibutuhkan oleh mereka, maka tidak apa-apa diberikan.

Allah berfirman, artinya, “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 8). Dan yang ditawan bisa saja adalah orang-orang kafir.

Demikian juga dalam pergaulan yang sifatnya umum seperti bertetang-ga, jual beli dan sebagainya, maka hukumnya masuk dalam hukum mua-malah, di mana kita boleh bermuamalah dengan siapa saja, muslim maupun non muslim.

Cinta Karena Allah

Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.

Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah.

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabalzia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , diceritakan, “Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Ke mana anda hendak pergi? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini’, jawabnya, ‘Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?’ ‘Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla’, jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, “Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia.”

Ungkapkan Cinta Karena Allah

Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).

Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah untuk terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Adakah sesuatu yang mengotori kecintaan tersebut dari berbagai kepentingan duniawi?

Lemah Lembut, Bermuka Manis dan Saling Memberi Hadiah

Paling tidak, saat bertemu dengan teman hendaknya kita selalu dalam keadaan wajah berseri-seri dan menyungging senyum. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjum-pai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah Radhiallaahu anha disebutkan, bahwasanya “Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu.” (HR. al-Bukhari). Dalam hadis lain riwayat Muslim disebutkan “Bahwa Allah itu Maha Lemah-Lembut, senang kepada kelembut-an. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya.”

Termasuk yang membantu langgengnya cinta dan kasih sayang adalah saling memberi hadiah di antara sesama teman. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian.” (HR. Imam Malik).

Saling Memberi Nasihat

Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.

Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.

Berlapang Dada dan Berbaik Sangka

Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi, Al-Albani berkata “hasan”)

Karena itu Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan:

“Dan lucutilah kedengkian dalam hati- ku.” (HR. Abu Daud, Al-Albani berkata ‘shahih’)

Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud dengan berburuk sangka di sini adalah dugaan yang tanpa dasar.

Menjaga Rahasia

Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata, “

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).

Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhia-nat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

Penutup

Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya,

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)

Mencintai saudara seiman karena Allah Ta’ala

Cinta dan sayang memang adalah hal yang manusiawi pada manusia. Allah menganugerahi perasaan cinta pada setiap insan. Bahkan Allah juga menurunkan aturan berkaitan dengan cinta.

Dalam banyak hadist Rasulullah SAW, Rasul menjelaskan tentang adanya perasaan dan rasa sayang seorang muslim pada saudaranya (muslim yang lain). Berikut adalah bagimana car seorang muslimah mencintai saudari seimannya.

1. Mengasihi dan menyayangi karena Allah Ta’ala

Banyak cinta ternoda oleh kepentingan duniawi atau motif tersembunyi. Saudariku, cinta sejati adalah hubungan yang berasal dari kemurnian cahaya bimbingan Islam (Dr Muhammad A. Al-Hashimi). Ini adalah ikatan yang menghubungkan Muslim dengan saudara seiman mereka. Tak peduli perbedaan bahasa mereka, perbedaan letak geografis tempat ia berada, tak peduli perbedaan budaya dan warna kulit. (Ini adalah) ikatan atas dasar iman kepada Allah (subhaanahu wa ta’ala).

Sebuah cinta yang merupakan ekspresi dari manisnya iman dapat dilihat dari hadist riwayat Anas ra., ia berkata:

Nabi saw. bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.

Jadi ini bukan cinta demi status, atau ketenaran. Ini adalah cinta yang membutuhkan hati yang bersih, hati yang ringan, dan lembut.

Dari Mu’adz ibn Jabal ra, katanya: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, Berfirman Allah Yang Maha Mulia dan Luhur: “Mereka yang berkasih-sayang demi Keluhuran-Ku, bagi mereka mimbar-mimbar cahaya yang menyebabkan para An-Nabi dan para Asy-Syuhada iri kepada mereka”. (HR. At Tirmidzi).

Cinta semacam inilah adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan kebencian, kecemburuan, dan persaingan dari hati manusia.

2. Menunjukkan kepada mereka kebaikan dan kesetiaan pada teman dan saudara mereka juga.

Pentingnya kebaikan disebutkan ratusan kali dalam Al-Qur’an! Islam menanamkan pengikutnya dengan karakteristik kebaikan dan kesetiaan terhadap teman-teman, termasuk orang tua. Jika kita ingat kisah tentang Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha yang berkata: “Saya tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari semua istri-istri Nabi s.a.w. sebagaimana cemburu saya kepada Khadijah, padahal saya tidak pernah melihatnya sama sekali, tetapi Nabi s.a.w. memperbanyak menyebutkannya -yakni sering-sering disebut-sebutkan kebaikannya-. Kadang-kadang Nabi s.a.w. menyembelih kambing kemudian memotong-motongnya seanggota demi seanggota, kemudian dikirimkanlah kepada kawan-kawan Khadijah itu.

3. Selalu berwajah hangat, ramah,  dan tersenyumketika bertemu

Begitu berartinya sebuah senyuman dalam kehidupan hingga Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan  At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi.

“Tabassumuka Fii Wajhi Akhiika Shodaqoh.”

Artinya, “Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah.”

Senyum memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengubah dunia. Mengapa demikian? Karena senyum merupakan salah satu instrumen dakwah dan syiar Rasulullah SAW yang turut melengkapi kemuliaan budi pekertinya dalam etika pergaulannya dan dalam membina keharmonisan rumah tangganya.

Suatu hari, seorang Badui Arab meminta sesuatu kepada Rasulullah SAW dengan menarik sorban beliau hingga tercekik, dan tarikan sorban itu meninggalkan bekas pada leher Rasulullah SAW. Orang ini berpikir, bahwa Rasulullah pasti marah setelah ia melakukan hal tersebut. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya. Ia terkesima menatap Rasulullah SAW yang tidak marah atas perlakuannya yang sangat kasar, tetapi justru Rasulullah SAW tersenyum dengan ikhlas kepadanya.

Akhirnya, senyum tulus Rasulullah SAW, membawa orang Badui ini menikmati indahnya Islam. Sebuah senyum yang didasari ketulusan dan keimanan mampu mengubah keyakinan seseorang. Ketulusan senyum dan kemuliaan budi pekertinya dalam berdagang bahkan berperang membuatnya mampu menyebarkan Islam hingga Kisra dan Persia.

4. Tulus terhadap mereka

Ketulusan adalah salah satu prinsip paling dasar dari Islam dan landasan utama iman. Tanpa ketulusan, iman saudara adalah valid dan dia Islam adalah berharga. Ketika orang-orang percaya pertama memberi kesetiaan (bai”at) kepada Nabi (sallallahu `alaihi wa sallam), mereka berjanji ketulusan mereka. Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari Jarir ibn ‘Abdullah (radiallahu `anhu):” Saya memberi kesetiaan kepada Nabi (sallallahu `alaihi wa sallam) dan berjanji untuk mengamati salat, membayar zakat dan untuk menjadi tulus terhadap setiap Muslim.” [Muttafaqun ‘alaihi]

Selanjutnya, Nabi kita tercinta (sallallahu `alaihi wa sallam) berkata:” Tidak ada dari kalian benar-benar beriman sampai ia mencintai saudaranya lebih dari dirinya sendiri” [Muttafaqun ‘alaihi]. Dan tentu saja mustahil cinta seperti itu bisa ada tanpa adanya ketulusan.

5. Tidak meninggalkan atau membiarkan saudaranya melenceng dari keimanan

Islam adalah agama yang menyerukan cinta, silaturrahmi, dan kasih sayang sesama. Islam juga melarang kita meninggalkan saudara dalam iman dan saling membenci atau meninggalkan satu sama lain ketika ada yang melakukan kekufuran. Hal ini tersirat dalam hadist yang ditulis oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad: “Tidak ada dua orang yang mencintai satu sama lain karena Allah, atau karena Islam, akan membiarkan pelanggaran kecil pertama yang dilakukan salah satu dari mereka”.

Hadits ini menunjukkan bahwa kefuturan yang dialami saudara kita tidak boleh didiamkan. kita harus mengingatkannya. Selain itu, tidak bertegur sapa dengan saudar seiman tidak boleh terlalu lama, maksimal tiga hari. Semakin lama kerenggangan berlangsung (3 hari atau lebih) yang lebih besar dosa dan yang lebih parah adalah hukuman yang akan menimpa dua orang yang berselisih.

6. Menahan amarah

Marah adalah hal yang manusiawi, terjadi pada siapa saja dalam suatu hubungan persaudaraan. Namun, Muslim sejati akan mampu menahan amarahnya dan cepat memaafkan saudaranya, dan tidak ada rasa malu dalam melakukannya. Sebaliknya, dia mengakui ini sebagai hal yang baik yang dapat membawanya lebih dekat kepada Allah dan mendapatkan cintanya-Nya yang Dia menganugerahkan hanya pada orang-orang yang berbuat baik: “… [mereka] yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan). Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. ” [Al-`Imran 3:134]

7. Tidak bergosip atau menjelek-jelekkan mereka

Muslimah dilarang bergosip atau menggunjing saudaranya dalam Islam. Dia tahu gosip itu adalah haraam Qur’an mengatakan: “… janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang “. [Al-Hujuraat 49:12]

Muslimah yang cerdas akan menahan lidahnya dan berbicara hanya yangbaik tentang saudaranya.

8. Menghindari berdebat dengan mereka, membuat lelucon yang menyakitkan, dan melanggar janji

Hal ini tseperti hadist Rasulullah yang dituliskan oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad bahwa Nabi kita (sallallahu `alaihi wa sallam) berkata:” Jangan berdebat dengan saudaramu, jangan bercanda berlebihan dengan dia, jangan membuat janji dengannya kemudian kamu ingkari.”

Berdebat mengarah ke kesalahpahaman lebih lanjut, kekakuan, dan merupakan  jalan pembuka bagi Iblis; lelucon yang menyakitkan sering menyebabkan kebencian dan hilangnya rasa hormat, dan melanggar janji membuat  orang marah dan merusak cinta.

9. Murah hati dan rela berkorban untuk saudaranya

Muslimah lebih suka bersahabat dengan sesama Muslim atas non-Muslim. Ikatan kepercayaan umum membentuk dasar bagi kemurahan hati, karakteristik Islam yang dasar. Kami memohon dari Allah (subhaanahu wa ta’ala) menjadi “… dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir…” [Al-Maidah 5:54]

10. Berdoa untuk saudaranya dalam ketidakhadiran mereka

Muslimah yang tulus yang benar-benar menyukai sauadarnya melebihi dirinya sendiri, maka ia tidak lupa berdoa untuk saudaranya dalam ketiadaannya.

Dengan menjadkan Islam sebagai identitas utama kita untuk mencintai saudara seiman atas dasar kepatuhan kepada Allah Ta’ala adalah satu-satunya hal yang akan menyelamatkan kita di Hari Kebangkitan kelak.

– See more at: http://www.arrahmah.com/read/2011/08/17/14759-mencintai-saudara-seiman-karena-allah-taala.html#sthash.pIRfZi87.dpuf

Wujudkan Keluarga Bahagia Dunia Akhirat

Keluarga, bagian terkecil dari masyarakat, tetapi sangat mempengaruhi kualitas masyarakat. Pemerintah sejak tahun 1994, tepatnya tanggal 29 Juni, memperingati hari keluarga secara nasional. Tujuannya mengajak seluruh keluarga Indonesia agar melakukan introspeksi dan berbenah diri untuk meningkatkan kualitasnya, sehingga tercipta keluarga bahagia dan sejahtera.

Bagaimana pandangan Islam dalam membentuk keluarga bahagia?

Tujuan Keluarga

Pembinaan keluarga dimulai dari tujuan pernikahan, yaitu ketenangan dan kebahagiaan. “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah ia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan  sayang (rahmah). Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kamu yang berfikir.” (QS Ar Rum: 30: 21).

Dengan mawaddah, yaitu kasih sayang untuk memenuhi syahwat, suami isteri akan melahirkan dan mengembangkan keturunan manusia.Selanjutnya timbul rahmah, yaitu rasa kasih sayang murni yang tumbuh dari jiwa yang paling dalam. Sehingga suami isteri merasakan kebahagiaan yang tidak bertepi dan ketenangan yang tidak berbatas, dan mereka ingin mengisi hari-hari dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Suami isteri gemar bermusyawarah karena saling menghormati, memahami keperluan dan kehendak masing-masing, dan mencari solusi tanpa mengorbankan salah satunya.  Amanah pernikahan adalah membentuk pribadi yang baik agar dapat membina keluarga yang baik. Amanah ini akan mendidik suami isteri lebih bertakwa.

Doa pernikahan: barakallahulaka (semoga diberi keberkahan Allah dalam kondisi bahagia), wa baroka’alaika (semoga diberi keberkahan Allah dalam kondisi susah, misalnya ketika sakit diliputi keberkahan Allah berupa kesabaran dan kesembuhan), wajama’a bainakuma fii khoir (semoga Allah mempersatukan dalam kebaikan).

Kunci Keluarga Bahagia

Suami isteri harus memberikan perhatian yang tinggi terhadap keluarga, agar mampu menghantarkan kesuksesan dunia akhirat kepada semua anggota keluarganya. Keluarga muslim berorientasi ukhrawi, karena memiliki target meraih surga dan ridho Allah meskipun dalam musibah. Sehingga makna bahagia bagi keluarga muslim adalah manakala mereka sedang beraktivitas bersama dalam rangkan menggapai ridho Allah Swt.

Kebahagiaan keluarga tidak diukur dari segi material, tapi sejauh mana ketaatan keluarga kepada Allah. Kehidupan yang mementingkan materi, hiburan dan kebebasan sosial tanpa terikat rambu-rambu syariah dalam berumah tangga justru akan menimbulkan masalah dalam rumah tangga. Walau bukan berarti keluarga muslim tak perlu memiliki sarana-sarana fisik yang baik. Diriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda: “Termasuk di antara kebahagiaan seseorang adalah memiliki rumah yang baik, kendaraan yang baik, dan istri yang baik atau shalehah”.

Setiap anggota keluarga mengetahui cinta sejati. Cinta tertinggi setiap mukmin adalah kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya. Setelah itu, baru cinta kepada orang tua, suami, istri, anak, saudara seiman dan lain-lain. Firman Allah, “Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum kerabat, harta benda yang kalian miliki, dan perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, itu lebih kalian cintai dari pada Allah, Rasul dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (Qs. At-Taubah 24).

Keshalihan dan kedekatan seseorang kepada Allah SWT akan mempengaruhi besarnya cinta suami istri. Jika Allah telah mencintai kita, maka kita akan dicintai segenap makhluk dengan ijin-Nya. Kadar cinta suami istri tergantung dengan kualitas ibadah dan keimanan pasangannya. Cinta yang tidak dibangun di atas pondasi mahabatullah, hanya akan menjerumuskan ke dasar jurang kelalaian dan kenistaan.

Rasul SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki hak atas dirimu yang harus engkau tunaikan, dirimu memiliki hak yang harus engkau tunaikan, dan keluargamu memiliki hak atas dirimu yang harus engkau tunaikan. Maka tunaikanlah hak-hak masing-masing dari semua itu.” (HR. Bukhari).

Tips Keluarga Bahagia

Jadikan rumah tangga sebagai markas pengkaderan generasi akan datang. Suami menghidupkan semangat memahami agama, sehingga isteri-anak semakin cinta kepada agama, Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan menghidupkan cahaya hati anggota keluarga, sehingga perbuatannya sesuai syariat Allah SWT.

Saling memberikan nasehat dalam kebenaran dan kesabaran, pujian, perhatian, hadiah, dan do’a. Tumbuhkan sikap percaya diri yang tumbuh dari iman kepada Allah, kasih sayang, kemesraan dan saling menghormati antar anggota keluarga dalam suasana tauhid.  Orangtua menjadi pendengar yang bijak dari curahan hati anak-anak.Orangtua bersikap terbuka dalam menerima kritikan anak.

Berkomunikasilah antar anggota keluarga dengan lembut dan mengutamakan musyawarah dalam amar ma’ruf nahi munkar. Komunikasi  bisa berbentuk lisan atau bukan lisan (tingkah laku, mimik muka, tulisan, gerakan anggota badan dan penampilan anggota keluarga).  Komunikasi dalam keluarga akan senantiasa terpelihara selama komunikasi dengan Allah pun tetap terjaga.

Ucapkanlah salam setiap keluar dan masuk rumah. Berkatalah dengan ucapan yang thoyyibah (baik), karena menjadi teladan bagi anak. Hindari pertengkaran antara suami isteri di hadapan anak-anak, karena bisa merusak jiwa mereka.

Berlaku adillah dalam melayani anak-anak supaya terhindar perasaan dengki, iri hati dan dendam. Anak-anak yang lebih kecil menghormati kakaknya. Kakak harus menolong adik. Tanamkan sikap ini pada anak, sehingga tidak ada permusuhan dalam keluarga dan mereka saling menyayangi.

Berikan teladan kepada anak, bukan celaan dan kekerasan.  Berikan sikap terbaik, karena bagaimana sikap kita terhadap anak, begitu pulalah mereka akan bersikap kepada kita.

Wahai isteri, berterima kasihlah atas kebaikan suami, dengan senyuman manis, atau kata-kata cinta, atau maafkan kesalahan dan kekurangannya. Rasul bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada istri yang tidak tahu bersyukur kepada suaminya dan ia tidak merasa cukup darinya”. Nabi Saw bersabda: “Wahai sekalian wanita bersedekahlah karena aku melihat mayoritas penduduk neraka adalah kalian.” Maka mereka berkata: “Ya Rasulullah kenapa demikian?” Beliau menjawab: “Karena kalian banyak melaknat dan mengkufuri kebaikan suami”.

Pergaulilah keluarga suami dan kerabat-kerabatnya dengan baik. Simpanlah rahasia keluarga dan tutupilah kekurangan (aib) suaminya. Empatilah terhadap duka cita dan kesedihan suaminya.

Bersikaplah qana’ah, ridha dengan apa yang diberikan suami untuknya, baik sedikit ataupun banyak. Ia tidak menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu.

Didiklah anggota keluarga hidup sederhana, sehingga tidak boros dalam makanan, minuman, pakaian, perabot rumah tangga dan sebagainya. Firman Allah SWT, “Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS al-A’raf : 31).

Kenali dan pahami suami, sehingga tahu apa yang disukai suami dan penuhilah, juga tahu apa yang dibenci suami dan jauhilah. Dengan syarat tidak dalam perkara maksiat kepada Allah, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al Khaliq.

Keluarga Pejuang Islam

Suami isteri menyadari bahwa rumah tangga muslim adalah salah satu agenda gerakan Islam. Kehidupan rumah tangga dengan seluruh problemnya tidak boleh menghentikan semangat membela Islam. Suami isteri harus saling menguatkan, saling mengingatkan, saling membantu menyalakan api perjuangan. Isteri memberi dorongan agar suami semakin berada di garis depan barisan pejuang. Tempalah seluruh anggota keluarga menjadi para pejuang Islam. Keluarga yang bahagia adalah keluarga penegak agama Allah SWT yang senantiasa berdoa:

Dan oran-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqan 74). Wallahua’lam!

KATA-KATA INDAH PENGINGAT KEDUA ORANGTUA

Kedua orangtua adalah sosok panutan kita, sebelum kita bersentuhan dengan dunia luar. Mereka adalah orang pertama yang kita tiru semua gerak geriknya saat masih menjadi anak-anak. Mereka adalah dunia kita, idola sekaligus pahlawan kita saat itu. Kemudian waktu sedikit merubah kita.

Tanpa kasih sayang, perhatian dan dasar hidup yang mereka tanamkan, kita bukanlah siapa-siapa. Mereka tak pernah berhitung, terhadap waktu dan tenaga yang telah mereka gunakan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya. Demi melihat masa depan anak-anaknya lebih baik dari yang mereka punya.

Mereka tak menuntut balasan apapun. Paling hanya satu permintaan kecil yang disebut pesan kepada anak-anaknya,”jika nanti kau sudah sukses dan bisa meraih semua mimpi, jangan sombong dan jangan pernah lupa sama keluargamu”. Permintaan itu bukan berarti meminta balasan berupa materi. Bukan! Itu sebuah akar kuat yang mereka persiapkan jika suatu saat kita tumbuh jadi pohon yang besar dan rindang.

Perhatian dan kasih sayang dari anak, menantu, dan cucu, saat mereka sudah tak bisa memberikan apapun kepada anak-anaknya kecuali do’a, itu sangat lebih dari cukup bagi mereka.

Sebagian besar dari kita baru menyadari dan memiliki waktu untuk memikirkan kedua orantua saat mereka sudah dipenghujung usia senjanya. Atau bahkan timbul penyesalan setelah mereka tiada.

Kata Indah Pengingat Orangtua

Baru menanyakan dan sibuk membelikan makanan enak menurut kita, saat gigi mereka sudah tak bisa dipergunakan dengan baik untuk mengunyah. Saat selera makan mereka sudah menghilang.

Atau baru tersadar untuk menawarkan dan mengajak mereka jalan-jalan saat mereka sudah tak lagi kuat untuk berjalan jauh dan penglihatan mereka sudah mulai rabun.

Walau mereka tak pernah menolak, mengeluh atas semua yang kita berikan, tapi alangkah baiknya, kita mulai memberikan kebahagian kepada mereka dengan menyicilnya, saat mulai bisa membedakan baik dan buruk.

Bisa diawali dengan menunjukkan prestasi di sekolah. Memberi ‘hadiah’ kecil ketika sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri. Setelah cukup banyak waktu untuk mereka, barulah memikirkan membina keluarga sendiri dengan jodoh yang juga mereka restui. Tak pernah cukup waktu di dunia untuk membalas semua yang telah orangtua lakukan untuk anak-anaknya.

Semoga kita jangan sampai terlambat menyadari keberadaan orangtua. Apalagi bagi seorang anak laki-laki. Walau mereka sudah sangat senang melihat keberhasilan kita, tapi jangan lupa, kita punya kewajiban terhadap mereka 🙂 .

Kata-kata indah tak cukup sebagai pengingat orangtua atas jasa-jasanya.

Ayah & Bunda, semua yang kau lakukan untuk ku begitu tulus. Kasih sayang mu tak pernah kering. Aku takkan sanggup membalasnya. Hanya do’a yang bisa kupanjatkan. Semoga Tuhan membalas semuanya dengan yang terbaik.

Ayah Bunda, kau adalah pelita penerang hidupku. Cahaya lilin yang selalu menerangi jalanku. Semangat yang membuatku kuat untuk terus melangkah.

Ayah Bunda, tak ada yang ku takutkan di dunia ini selagi aku berada di jalan yang benar, kecuali saat melanggar larangan Tuhan dan melupakan nasehatmu.

Ayah Bunda, walau cinta dan sayang yang kalian tunjukkan dengan cara berbeda, tapi kasih sayang dari kalian itulah yang telah melengkapi hidupku selama ini.

Saat aku galau dalam sebuah hubungan, aku perlu suara Ibu untuk menenangkan. Saat ku merasa tak kuat melanjutkan persaingan hidup, aku perlu senyum dan keyakinan dimata Ayah untuk menguatkan langkahku.

Perhatianmu menenangkan ku Ibu, kasih sayangmu menguatkan ku Ayah.

Kadang aku membuat kalian terluka dengan sikap egoisku sebagai anak. Sering melupakan nasehatmu saat bersama teman-temanku. Hanya do’a kalian berdualah yang terus melindungi langkahku. Ma’afkan anakmu ini. Terima kasih Ayah, Ibu.

Semoga beberapa kata mutiara indah diatas bisa membantu mu kawans dalam mengungkapkan perhatian kepada kedua orangtua. Semoga bermanfaat, lain waktu kita sambung lagi 🙂 .