harga visa haji

Bismillahirrahmaanirrahim

Siapa yang Memberikan Kalian Kewenangan Quota Haji untuk membatasi jumlah orang untuk mengunjungi Ka`aba yang suci? Ketika Allah SWT membuka Rumah-Nya, Dia memerintahkan Sayyidina Ibrahim (as), “Bangun rumah bagi-Ku yang akan menjadi rumah Tuhan. Ketika kau telah menyelesaikan Baitullah panggil hamba-hambaKU untuk mengunjungi-Ku.”

Itu adalah perintah suci. Apa yang kita lakukan sekarang? Mereka mengatakan bahwa tahun ini, kuota untuk haji sudah penuh sekarang, bahwa mereka tidak bisa memberikan lebih banyak visa untuk orang berangkat haji. Mereka mengatakan Mesir dapat mengirimkan 70.000 jamaah saja, tidak lebih, dan Turki dapat mengirimkan 100.000 jamaah haji, Suriah dapat mengirimkan 25.000, Pakistan dapat mengirimkan 200.000. Baca lebih lanjut…

Advertisements

BAGAIMANA MENJADI SEORANG AHLI IT

Bidang komputer itu luas banget, ada bidang tehnisnya (hardware) ada juga bidang softwarenya (termasuk OS dan aplikasi). dari sini kita harus membagi atau memilih kemana kita maunya (untuk menjadi ahli). kalau kita memfokuskan ke software, dibidang apa software tersebut? apakah ke bahasa pemrograman, web development, design grafis dan lain-lain. sebaiknya fokuskan pada satu hal yang ingin kita kejar dulu, sehinga kita bener-bener bisa menjadi seorang yang ahli (dibidangnya). kalau sudah tahu fokus kita, kita bisa menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan termasuk komputer itu sendiri dan buku-buku pendukung lainnya

Secara umum ada 3 bidang dalam komputer:
1. Hardware (Teknik Komputer); bidang ini fokusnya ke masalah hardware dan periperal kompi. Kalo mo jadi ahli ini, pelajari ttg hardware kompi, OS dan sering bereksperimen dengan hardware nya kompi.
2. Software (Sistem Informasi); bidang ini lebih kepada membuat sistem. Bidang ini jugha memiliki sub2 kategori:
a. Programmer, membuat sistem.
Kalo mo jadi seperti ini, pelajari algoritma pemograman suatu bahasa.
b. Sistem Informasi, ini yg merancang sistem
kalo mo jadi seperti ini, pelajari ttg dfd, erd dan segala tetek bengeknya. Atau kalo mo yg oop pelajari dalam bentuk oop nya. Dan biasa nya, kalo mo ke bidang ini terlebih dahulu dia menjadi programmer(menguasai algoritma pemograman).
c. Sistem database, ini biasa nya yg bertanggung jawab terhadap database. Pelajari dasar2 database, cara membuat database, sintak sql, t-sql sampe ke advance nya(trigger, backup data, storeprocedure, etc).
3. Server (Sysadmin), ini bagian yg menangani server dan jaringan. Kalo mo jadi seperti ini pelajari dasar2 server dan jaringan. Lalu kuasai salah satu OS server(Linux, microsoft->windows, mac, etc).

Ingat, dunia Komputer sangat cepat berkembang, jika anda ingin terjun ke dunia ini, upgrade terus pengetahuan anda. Jangan sampe statik.

Ingat jugha, di dunia ini jarang bgt seseorang yang menguasai ketiga bidang tersebut secara advanced.

Pilih salah satu yg ingin anda kuasai secara advanced.

PENGERTIAN DAN DEFINISI KOMPUTER

Kata Komputer berasal dari kata bahasa Yunani “Computare” yang berarti memperhitungkan atau menggabungkan bersama-sama. Kata com berarti menggabungkan dalam pikiran atau secara mental, sedangkan putare berarti memikirkan perhitungan atau penggabungan. Dalam bahasa Inggris: “To Compute” yang artinya menghitung.

Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology yaitu kata computer sebagai kata untuk “orang yang menghitung” yang digunakan dalam bahasa inggris pada tahun 1646. Kemudian pada tahun 1897 kata computer sebagai kata untuk”alat hitung mekanis”. Dan secara umum definisi komputer pernah dipakai untuk mendefinisikan dengan menggunakan atau tidak menggunakan alat bantu yang melakukan perhitungan aritmatika. Pada perang dunia ke ll, kata komputer sendiri dipakai oleh para pekerja wanita Inggris dan Amerika Serikat untuk menghitung jalan altileri perang menggunakan mesin hitung. Ada sebuah desain mesin hitung pertama kali yang disebut dengan mesin analitikal yang didesain oleh Charles Babbage. Dan ada juga slide rule yang merupakan alat mesin sederhana yang bisa dikatakan sebagai komputer.

Definisi komputer secara luas adalah sistem pengolah informasi atau yang mengolah informasi. Ada juga pengertian yang lainnya tentang komputer yang dipakai selama bertahun-tahun, dan ada juga beberapa kata yang mengandung arti komputer. Sehingga dalam pengertiannya terdapat pula seperti jenis kalkulator mekanik mulai dariabakus dan seterusnya, slide rule dan semua komputer elektronik yang kontemporer. Jadi Komputer juga dapat diartikan sebagai “suatu perangkat elektronik atau sekumpulan perangkat elektronik yang bekerja secara otomatis, terintegrasi dan terkoordinasi yang dapat melakukan tugas-tugas tertentu (misalnya menerima, menyimpan, mengolah dan menyajikan Data), dikendalikan serta dikontrol oleh instruksi atau program yang tersimpan di dalamnya (mesin)”.

Menurut pengertian di atas, Komputer terdiri dari sekumpulan perangkat serta instruksi atau program yang dalam kenyataannya satu sama lain tidak bisa dipisahkan, baik di antara perangkat (mesin) itu sendiri maupun antara mesin dengan instruksi atau program. Semuanya merupakan satuan yang saling bekerja sama dan saling tergantung satu sama lain. Karena itu komputer juga merupakan suatu sistem.

Definisi komputer di atas sudah mewakili beberapa alat khusus yang hanya dapat memperhitungkan satu atau memiliki beberapa fungsi. Dengan pemrograman yang benar, sehingga semua komputer dapat mengolah sifat apapun(biasanya dibatasi oleh kapasitas penyimpanan dan kecepatan yang berbeda merupakan hal yang membedakan antara komputer modern(sekarang) dengan komputer yang lebih awal. Dan dijamin mesin yang akan kita ciptakan dapat meniru alat perkomputeran pada masa depan, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Dalam sebuah pengertian dan definisi komputer secara umum adalah alat yang istimewa yang lebih awal atau tes yang berguna mengenali komputer. Pengertian secara umum merupakan salah satu dari persyaratan bahwa komponen suatu mesin harus sama dengan mesin Turing universal. Mesin yang sama dengan Turing universal ini merupakan mesin yang diproduksi pada tahun 1940 yang berada di tengah kesibukan perkembangan di seluruh dunia. Dan mesin ini dikenal sebagai mesin Turing terlengkap. Untuk lebih jelasnya, lihatlah artikel sejarah komputer.

Ada beberapa komputer yang masih menggunakan arsitektur Von Neumann pada tahun 1940 yang diusulkan oleh John von Neumann. Ada beberapa definisi komputer dengan 4 bagian utama yang diarsitekturi oleh Von Neumann, yaitu alat masukan dan hasil(secara kolektif dinamakan I/O), memori, unit kontrol dan Unit Aritmatika dan Logis(ALU). Dan pada tahun 1940 teknologi pada komputer digital sudah berganti hingga menjadi yang lebih canggih lagi.

Berikut Definisi Komputer Menurut pandangan dan pendapat Para Ahli:

Menurut: Donald H. Sanderes, 1985
Sanderes berpendapat, komputer adalah sistem elektronik yang memiliki kemampuan memanipulasi data dengan cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan agar secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output di bawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi program (OS/Operating System) yang tersimpan di didalam penyimpannya (stored program).

Menurut: Robert H. Blissmer, 1985
Blissmer berpendapat, komputer adalah suatu alat elektronik yang memiliki kemampuan melakukan beberapa tugas seperti menerima input, memroses input, menyimpan perintah-perintah dan menyediakan output dalam bentuk informasi.

Menurut: Larry Long dan Nancy Long
Menurut Larry dan Nancy, komputer adalah alat hitung elektronik yang bisa menginterpresentasikan serta melaksanakan perintah program berupa input, output, perhitungan, dan operasi-operasi logik lainya.

Menurut: Elias M. Awad
Awad mengungkapkan, komputer ialah sebuah alat hitung yang dapat memproses data agar dapat disajikan dalam bentuk data digital dan data analog.

Menurut: William M. Fuori
Fauri berpendapat, komputer adalah suatu alat pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.

Menurut: Williams, Sawyer
Sedangkan menurut Williams dan Sawyer, komputer adalah mesin multiguna yang dapat diprogram, yang menerima data (fakta-fakta dan gambar-gambar kasar) dan memproses atau memanipulasinya ke dalam informasi yang dapat kita gunakan

Demikian pengertian dan definisi komputer baik secara etimologis maupun pengertian komputer menurut para ahli yang memiliki pemahaman yang tidak berbeda jauh. Masing-masing pendapat di ungkapkan dalam buku mereka dan di terbitkan pada tahun yang berbeda karena itu definisi dan pengertiannya pun sesuai dengan perkembangan jaman dimana para ahli tersebut berada. Semoga bermanfaat. terimakasih.

– See more at: http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/02/pengertian-dan-definisi-komputer.html#sthash.b749MfKM.dpuf

Ibu Mencintaimu Karena Allah Nak…

MAAFKAN, karna hari ini ibu marah nak….
Kali ini ibu membangunkan tidurmu dengan seperempat gayung air. Tapi itu bukan karena ibu membencimu nak,Ibu begitu mencintaimu.
Entah untuk keberapa ratus kali ibu menasehatimu, pergilah ke Masjid di awal waktu, mulai dari usapan dan ucapan lembut, hingga suara menggelegar dikesenyapan subuh.
Semata-mata supaya kamu terbiasa menunaikah shalat-shalat yang sunah terlebih dahulu, juga supaya kamu tidak tergesa-gesa menuju masjid, karena itu hal yang dilarang nak.
Anakku, Ibu mencintaimu. Bahka sangat mencintaimu karena Allah…
Ibu tahu, diusiamu sekarang ini begitu berat bagimu untuk 5 waktu berjamaah di Masjid. Tapi kamu adalah anak laki-laki nak. Tahukah kamu Rasulullah tetap memerintahkan orang buta yang tak mempunyai penuntun untuk tetap berjama’ah dimasjid. Lihatlah dirimu nak.
Tiada kurang suatu apapun. Maka nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan? Astaghfirullahaladzim. Wahai anakku, malulah kamu pada Rabb yang memberikan badan yang tanpa kekurangan.

Tahukah nak, bahkan Rasulullah pernah mengancam dengan tegas orang-orang yang tidak hadir shalat berjama’ah, itu jelas menunjukan wajibnya shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki.Tak ada rasa gentar kah hatimu dengan itu nak? Ibu takut nak,  jika kamu tidak masuk golongan pengikut Rasulullah. Ibu takut nak, linangan air mata ini karena rasa takut yang tak terkira jika engkau tidak masuk golongan itu.

Ibu tahu nak… betapa beratnya langkahmu di kala Isya dan Subuh…

Ibu tahu kamu lelah…

Ibu tahu kantukmu menyerang…

Ibu tahu betapa nikmatnya tidur di peraduan….ibu tahu nak…ibu tahu…

Tapi tahukah kamu nak? Itulah yang akan menjadi pembeda dirimu dengan kaum munafik. Karena Shalat Isya dan Shalat Subuh akan amat sangat berat dilakukan oleh kaum munafik. Ibu tidak mau nak jika buah hati ibu tercinta masuk dalam golongan ini. Naudzubillah.

Tahukah kamu nak, mengapa begitu kerasnya ibu membangunkanmu untuk shalat subuh, Ibu berharap ada jaminan Rahmat bagimu dari Allah bahwa ”Barang siapa Yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminan-Nya dari kalian dengan sebab apapun. Karena siapapun yang Allah cabut jaminan-Nya darinya dengan sebab apapun, pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahanam (HR.Muslim)

Buka matamu nak…

Buka telingamu…

Buka hatimu…

Lelahmu di dunia tak akan ada hasilnya jika jaminanNya atas dirimu dicabut…..

Kamu tahu nak…. perjalanan terberat memanglah perjalanan ke masjid. Karena tidak semua orang kaya, orang pintar, orang kuat bisa melakukannya.Cuma orang yang taat kepada Allah yang paling mampu melakukannya. Bagi ibu, seberapa prestasimu, suksesmu kelak hanya akan ibu lihat seberapa taat engkau pada Allah, seberapa kuat kau langkahkan kakimu melaksanakan shalat ke Masjid meninggalkan ”Dunia” untuk Surgamu nak. Untuk surgamu anakku tersayang.

Maafkan ibu dengan seperempat gayung air subuh ini.

Ibu memilih mengguyurmu dengan air yang dingin daripada membiarkanmu terbakar api neraka yang panas

Maafkan ibu nak, jangan benci ibumu, sungguh ibu mencintaimu…ibu mencintaimu karena Allah….  Hari ini air mata ibu terus bercucuran mengingat kejadian subuh ini…maafkan ibu nak…. Sungguh ibu mencintaimu karena Allah. Ibu begini karena ibu tahu, ibu tidak akan ada setiap saat untuk membangunkanmu, mengingatkanmu, ibu berharap kelak ibu tiada, kamu bisa menjadi lelaki shalih yang mencintai Allah dan dicintai Allah.

Uhibbukum fillah nak…Aku mencintaimu karena Allah…..semoga kamupun bisa mencintai ibu karena Allah….

Definisi Aqidah Menurut Bahas

Kata “aqidah” diambil dari kata al-‘aqdu, yakni ikatan dan tarikan yang kuat. Ia juga berarti pemantapan, penetapan, kait-mengait, tempel-menempel, dan penguatan.

Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut ‘aqdu.Jual-beli pun disebut ‘aqdu, karena ada keterikatan antara penjual dan pembeli dengan ‘aqdu (transaksi) yang mengikat. Termasuk juga sebutan ‘aqdu untuk kedua ujung baju, karena keduanya saling terikat. Juga termasuk sebutan ‘aqdu untuk ikatan kain sarung, karena diikat dengan mantap.[1][1]

Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum

Istilah “aqidah” di dalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, benar maupun salah.

Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar, maka itulah yang disebut aqidah yang benar, seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esa-an Allah. Dan jika salah, maka itulah yang disebut aqidah yang batil, seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum tuhan (trinitas).

Istilah “aqidah” juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan. Yaitu apa-apa yang dipercayai oleh seseorang, diikat kuat oleh sanubarinya, dan dijadikannya sebagai madzhab atau agama yang dianutnya, tanpa melihat benar atau tidaknya.[2][2]

  • Aqidah Islam.

Yaitu, kepercayaan yang teguh kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma’), dan kepasrahan total kepada Allah Ta’ala dalam hal keputusan hukum, perintah, takdir, maupun syara’, serta ketundukan kepada Rasulullah r dengan cara mematuhinya, menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya.[3][3]

Topik-Topik Ilmu Aqidah.

Dengan pengertian menurut Ahli Sunnah wal Jama’ah di atas, maka “aqidah” adalah sebutan bagi sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan meliputi aspek-aspek tauhid, iman, Islam, perkara-perkara ghaib, nubuwwat(kenabian), takdir, berita (kisah-kisah), pokok-pokok hukum yang qath’iy (pasti), dan masalah-masalah aqidah yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih, wala’(loyalitas) dan bara’ (berlepas diri), serta hal-hal yang wajib dilakukan terhadap para sahabat dan ummul mukminin (istri-istri Rasulullah r).

Dan termasuk di dalamnya adalah penolakan terhadap orang-orang kafir, para Ahli bid’ah, orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu, dan seluruh agama, golongan, ataupun madzhab yang merusak, aliran yang sesat, serta sikap terhadap mereka, dan pokok-pokok bahasan aqidah lainnya.[4][4]

Nama-Nama Ilmu Aqidah

  1. Pertama : Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Ahli Sunnah wal Jama’ah[5][5]

Ilmu aqidah menurut Ahli Sunnah wal Jama’ah memiliki beberapa nama dan sebutan yang menunjukkan pengertian yang sama. Antara lain :

Aqidah, I’tiqad, dan Aqo’id.

Maka disebut Aqidah Salaf, Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, dan Aqidah Ahli Hadis.

Kitab-kitab yang menyebutkan nama ini adalah :

1) Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah wal Jama’ahkarya Al-Lalika’iy (wafat:418 H)

2) Aqidah As-Salaf Ashab Al-Hadits karya Ash-Shobuni (wafat:449 H)

3) Al-I’tiqad karya Al-Baihaqi (wafat:458 H).

  • Tauhid.

Kata “tauhid” adalah bentuk mashdar dari kata wahhada – yuwahhidu – tauhiid. Artinya: menjadikan sesuatu menjadi satu. Jadi “tauhid” menurut bahasa adalah memutuskan bahwa sesuatu itu satu. Menurut istilah,“tauhid” berarti meng-Esa-kan Allah dan menunggalkan-Nya sebagai satu-satunya Dzat pemilikrububiyah, uluhiyah, asma’, dan sifat.Ilmu Aqidah disebut Tauhid karena tauhid adalah pembahasan utamanya, sebagai bentuk generalisasi.

Kitab-kitab aqidah yang menyebut nama ini adalah kitab :

1) At-Tauhid min Shahih Al-Bukhari yang terdapat di dalam Al-Jami’ Ash-Shahih karya Imam Bukhari (wafat: 256 H)

2) I’tiqad At-Tauhid karya Abu Abdillah Muhammad Khafif (wafat: 371 H)

3) At-Tauhid wa Ma’rifat Asma’ Allah wa Shifatihi ‘Ala Al-Ittifaq wa At-Tafarrud karya Ibnu Mandah (wafat: 395 H)

4) At-Tauhid karya Imam Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat: 1206 H).

5) At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah.[6][6]

  • Sunnah.

Kata As-Sunnah di dalam bahasa Arab berarti cara dan jalan hidup.

Sedangkan di dalam pemahaman syara’, istilah As-Sunnah dipakai untuk menyebut beberapa pengertian menurut masing-masing penggunaannya. Ia dipakai untuk menyebut Hadis, mubah, dan sebagainya.

Alasan penyebutan Ilmu Aqidah dengan Sunnah adalah karena para penganutnya mengikuti Sunnah Nabi r dan sahabat-sahabatnya. Kemudian sebutan itu menjadi syiar (simbol) bagi Ahli Sunnah. Sehingga dikatakan bahwa Sunnah adalah antonim (lawan kata) bid’ah. Juga dikatakan: Ahli Sunnah dan Syi’ah.

Demikianlah. Banyak ulama menulis kitab-kitab tentang Ilmu Aqidah dengan judul “Kitab As-Sunnah”. Di antaranya:

1) Kitab As-Sunnah karya Imam Ahmad bin Hambal (wafat:241 H)

2) As-Sunnah karya Al-Atsram (wafat:273 H)

3) As-Sunnah karya Abu Daud (wafat:275 H)

4) As-Sunnah karya Abu Ashim (wafat:287 H)

5) As-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad bin Hambal (wafat:290 H)

6) As-Sunnah karya Al-Khallal (wafat:311 H)

7) As-Sunnah karya Al-Assal (wafat:349 H)

8) Syarh As-Sunnah karya Ibnu Abi Zamnin (wafat:399 H)

  • Syari’ah.

Syari’ah dan Syir’ah adalah agama yang ditetapkan dan diperintahkan oleh Allah, seperti puasa, shalat, haji, dan zakat. Kata syari’ah adalah turunan (musytaq) dari katasyir’ah yang berarti pantai (tepi laut). Allah Ta’alaberfirman, “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu Kami berikan syir’ah dan minhaj.” (QS. Al-Maidah:48)

Di dalam tafsir ayat ini dikatakan: Syir’ah adalah agama, sedangkan minhaj adalah jalan.[7][7] Jadi “syari’ah” adalah sunnah-sunnah petunjuk yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya r. Dan yang paling besar adalah masalah-masalah aqidah dan keimanan.

Kata “syari’ah” –seperti halnya kata “sunnah”- digunakan untuk menyebut sejumlah makna:

  1. Digunakan untuk menyebut apa yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nya, baik yang bersifat ilmiah (kognitif) maupun amaliyah (aplikatif).
  2. Digunakan untuk menyebut hukum-hukum yang diberikan oleh Allah kepada masing-masing Nabi agar diberlakukan secara khusus bagi masing-masing umatnya yang berbeda dengan dakwah Nabi lain, meliputi minhaj, rincian ibadah, dan muamalah. Oleh sebab itu, dikatakan bahwa semua agama itu asalnya adalah satu, sedangkan syariatnya bermacam-macam.
  3. Terkadang juga digunakan untuk menyebut pokok-pokok keyakinan, ketaatan, dan kebajikan yang ditetapkan oleh Allah bagi seluruh Rasul-Nya, yang tidak ada perbedaan antara Nabi yang satu dengan Nabi lainnya. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala, :“Dia telah mensyariatkan bagikamu tentang agama apa-apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa.”(QS. Asy-Syuura:13)
  4. Dan secara khusus digunakan untuk menyebut aqidah-aqidah yang diyakini oleh Ahli Sunnah sebagai bagian dari iman. Sehingga mereka menyebut pokok-pokok keyakinan mereka dengan istilah “syari’ah”.
  • Iman.

Istilah “iman” digunakan untuk menyebut Ilmu Aqidah dan meliputi seluruh masalah I’tiqadiyah. Allah Ta’alaberfirman, “Barangsiapa yang kafir terhadap iman, maka terhapuslah (pahala) amalnya.” (QS. Al-Maidah:5) Kata “iman” di sini berarti tauhid.[8][8]

Kitab-kitab aqidah yang ditulis dengan judul “iman” adalah :

1) Al-Iman karya Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam

2) Al-Iman karya Ibnu Mandah.

  • Ushuluddin atau Ushuluddiyanah.

Ushuluddin (pokok-pokok agama) adalah rukun-rukun Islam, rukun-rukun iman, dan masalah-masalahI’tiqadiyah lainnya.

Kitab-kitab aqidah yang ditulis dengan nama ini adalah :

1) Al-Ibanah fi Ushulid Diyanah karya Imam Al-Asy’ari (wafat:324 H)

2) Ushulid Diin karya Al-Baghdadi (wafat:429 H).

Sebagian ulama mengingatkan bahwa nama ini tidak selayaknya digunakan. Karena pembagian agama menjadi ushul (pokok) dan furu’ (cabang) adalah sesuatu yang “muhdats” dan belum pernah ada pada masa Salaf. Menurut mereka, pembagian ini tidak memiliki batasan-batasan yang definitif dan bisa menimbulkan dampak negatif. Sebab, boleh jadi orang yang tidak mengerti Islam atau orang yang baru masuk Islam memiliki anggapan bahwa di dalam agama ini terdapat cabang-cabang yang bisa ditinggalkan. Atau, dikatakan bahwa di dalam agama ini ada inti dan ada kulit.

Dan sebagian ulama menyatakan, “Yang paling aman adalah dikatakan, aqidah dan syari’ah, masalah-masalah ilmiah (kognitif) dan masalah-masalah amaliyah (aplikatif), atau ilmiyat dan amaliyat.[9][9]

  1. Kedua: Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Selain Ahli Sunnah wal Jama’ah[10][10]:

Ilmu Aqidah juga memiliki sejumlah nama dan sebutan yang digunakan oleh kalangan di luar Ahli Sunnah wal Jama’ah. Antara lain:

  • Ilmu Kalam.

Sebutan ini dikenal di semua kalangan Ahli kalam, seperti Muktazilah, Asy’ariyah, dan sebagainya. Sebutan ini keliru, karena ilmu kalam bersumber pada akal manusia. Dan ia dibangun di atas filsafat Hindu dan Yunani. Sedangkan sumber tauhid adalah wahyu. Ilmukalam adalah kebimbangan, kegoncangan, kebodohan dan keraguan. Karena itu ia dikecam oleh ulama Salaf. Sedangkan tauhid adalah ilmu, keyakinan, dan keimanan. Bisakah kedua hal tersebut disejajarkan? Apa lagi diberi nama seperti itu?!

  • Filsafat.

Istilah ini juga digunakan secara keliru untuk menyebut Ilmu Tauhid dan Aqidah. Penyebutan ini tidak bisa dibenarkan, karena filsafat bersumber pada halusinasi (asumsi yang tidak berdasar), kebatilan, tahayul, dan khurafat.

  • Tasawwuf.

Sebutan ini dikenal di kalangan sebagian Ahli tasawwuf, para filsuf, dan kaum orientalis. Sebutan ini adalah bid’ah, karena didasarkan pada kerancuan dan khurafat ahli tasawwuf dalam bidang aqidah.

  • Ilahiyat (Teologi).

Istilah ini dikenal di kalangan Ahli kalam, orientalis, dan filsuf. Sebagaimana juga disebut Ilmu Lahut. Di universitas-universitas Barat terdapat jurusan yang disebut dengan Jurusan Kajian Lahut.

  • Metafisika

Sebutan ini dikenal di kalangan filsuf, penulis Barat, dan sebagainya.

Setiap komunitas manusia meyakini ideologi tertentu yang mereka jalankan dan mereka sebut sebagai agama dan aqidah.

Sedangkan aqidah Islam –jika disebutkan secara mutlak- adalah aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah. Karena, Islam versi inilah yang diridhai oleh Allah untuk menjadi agama bagi hamba-hamba-Nya.

Aqidah apa pun yang bertentangan dengan aqidah Salaf tidak bisa dianggap sebagai bagian dari Islam, sekalipun dinisbatkan kepadanya. Ideologi-ideologi semacam itu harus dinisbatkan kepada pemiliknya, dan tidak ada kaitannya dengan Islam.

Sebagian peneliti menyebutnya sebagai ideologi Islam karena mengacu kepada letak geografis, histories, atau sekedar klaim afiliasi. Akan tetapi, ketika dilakukan penelitian yang mendalam, maka perlu menghadapkannya kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Apa-apa yang sesuai dengan keduanya adalah kebenaran dan menjadi bagian dari agama Islam, sedangkan apa-apa yang bertentangan dengan keduanya harus dikembalikan dan dinisbatkan kepada pemiliknya.

Dialihbahasakan dari Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah : Mafhumuha Khashaishuha wa Khashaishu Ahliha karya Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamddan ditaqdim oleh al-Allamah Ibnu Bazzrahimahullahu.

  • Definisi Sunnah.

Menurut bahasa “Sunnah” berati cara dan jalan hidup. Di dalam qasidah Mu’allaqat-nya yang terkenal, Lubaid bin Rabi’ah berkata,

مِنْ مَعْشَرٍ سَنَّتْ لَهُمْ آباؤُهُمْ # وَلِكُلِّ قَوْمٍ سُنَّةٌ وَ إِمَامُهَا

Dari komunitas yang dibuat leluhur mereka untuk mereka

Dan setiap kaum memiliki cara hidup dan pemimpinnya.[11][1]

Penyair lain berkata:

رَبِّ وَفِّقْنِيْ فَلاأََعْدِلُ عَنْ # سُنَنِ السَّاعِيْنَ فِي خَيْرِ سُنُنِ

Tuhan, berilah aku pertolongan

Agar aku tak menyimpang

Dari jalan hidup mereka yang berjalan

Di atas jalan hidup yang terbaik.[12][2]

Ibnu Manzhur berkata : “Kata Sunnah berarti jalan hidup yang baik maupun yang buruk.

Khalid bin Utbah Al-Hudzali berkata :

فَلاتَجْزَعَنَّ مِنْ سِيْرَةٍ أَنْتَ سِرْتَهَا # فَاَوَّلُ رَاضٍ سُنَّةً مَنْ يَسِيْرُهَا

Jangan sekali-kali merasa gusar

terhadap jalan hidup yang kau lalui

Karena orang pertama yang merestui jalan hidup

adalah orang yang tengah melalauinya.[13][3]

  • Sedangkan menurut istilah para ulama aqidah, “Sunnah” adalah petunjuk Rasulullah r dan sahabat-sahabatnya, baik berupa ilmu (pengetahuan), i’tiqad (keyakinan), ucapan, maupun perbuatan. Dan itulah “Sunnah” yang wajib diikuti; penganutnya dipuji dan penentangnya dicela.

Istilah Sunnah juga dipakai untuk menyebut sunnah-sunnah ibadah dan i’tiqad, di samping menjadi lawan dari istilah “bid’ah”.[14][4]

Oleh karena itu, jika dikatakan, “Si Fulan termasuk Ahli Sunnah,” maka itu berarti ia termasuk orang yang mengikuti jalan yang lurus dan terpuji.[15][5]

  • Definisi Jama’ah.

Menurut bahasa, “Jama’ah” diambil dari kata dasarjama’a (mengumpulkan) yang berkisar pada al-jam’u(kumpulan), al-ijma’ (kesepakatan), dan al-ijtima’(perkumpulan) yang merupakan antonim (lawan kata) at-tafarruq (perpecahan).

Ibnu Faris berkata, “Jim, mim, dan ‘ain adalah satu dasar yang menunjukkan berkumpulnya sesuatu. Dikatakan,jama’tu asy-syai’a jam’an (aku mengumpulkan sesuatu).[16][6]

Menurut istilah para ulama aqidah :

“Jama’ah” adalah generasi Salaf dari umat ini, meliputi para sahabat Nabi r, para tabi’in, dan semua orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari Kiamat. Mereka adalah orang-orang yang bersepakat untuk menerima kebenaran yang nyata dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.[17][7]

Mengapa Disebut Ahli Sunnah wal Jama’ah?

Ahli Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang menjalani sesuatu seperti yang dijalani oleh Nabi rdan sahabat-sahabatnya. Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh pada Sunnah Nabi r, yaitu para sahabat, para tabi’in, dan para imam petunjuk yang mengikuti jejak mereka. Mereka adalah orang-orang yang istiqomah dalam mengikuti Sunnah dan menjauhi bid’ah, di mana saja dan kapan saja. Mereka tetap ada dan mendapatkan pertolongan sampai hari Kiamat.[18][8]

Mengapa mereka disebut demikian? Karena mereka berafiliasi (menisbatkan diri) kepada Sunnah Nabi r dan bersepakat untuk menerimanya secara lahir-batin; dalam ucapan, perbuatan, maupun keyakinan.[19][9]

Nama Lain Ahli Sunnah wal Jama’ah.

Ahli Sunnah wal Jama’ah memiliki sejumlah nama lain.[20][10]

  1. Ahli Sunnah wal Jama’ah.
  2. Ahli Sunnah (tanpa Jama’ah).
  3. Ahli Jama’ah.
  4. Jama’ah.
  5. Salafush Shalih.
  6. Ahli Atsar (Sunnah yang diriwayatkan dari Nabir).
  7. Ahli Hadits. Karena mereka lah orang-orang yang mau mengambil Hadis Nabi r, baik secarariwayah (periwayatan) maupun dirayah(pemahaman), dan siap mengikuti petunjuk Nabi r, secara lahir-batin.
  8. Firqah Najiyah (Golongan yang Selamat). Karena, mereka selamat dari keburukan, bid’ah, dan kesesatan di dunia, serta selamat dari api Neraka pada hari Kiamat. Hal itu disebabkan mereka mengikuti Sunnah Nabi r.

i.To’ifah Manshuroh (Golongan yang Mendapatkan Pertolongan). Yaitu, golongan yang mendapatkan bantuan dari Allah Ta’ala.

j.Ahli Ittiba’. Karena, mereka selalu mengikuti (ittiba’) Al-Qur’an, As-Sunnah, dan atsar generasi Salafush shalih.

Dialihbahasakan dari Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah : Mafhumuha Khashaishuha wa Khashaishu Ahliha karya Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamddan ditaqdim oleh al-Allamah Ibnu Bazz rahimahullahu